Informasi Tentang Lion Air

Lion Air merupakan maskapai penerbangan dengan armada terbesar di Indonesia. Maskapai penerbangan ini memiliki lebih dari 80 pesawat Boeing yang beroperasi, ditambah lagi sekitar 110 pesawat Boeing yang telah dipesan dan 234 pesawat Airbus yang baru-baru ini dipesan dan dikabarkan akan segera dikirim pada beberapa tahun mendatang. Lion Air merupakan maskapai penerbangan yang menamankan servisnya sebagai hybrid carrier, yang menggabungkan penerbangan murah dan penerbangan dengan biaya sedang. Lion Air memiliki dua kelas penerbangan yaitu kelas ekonomi dan kelas bisnis. Saat ini Lion Air melayani penerbangan domestik ke penjuru Indonesia, sedangkan untuk penerbangan internasional meliputi Singapura, Vietnam, Malaysia, Arab Saudi, Cina, dan Hong Kong.

Sejarah Lion Air

Lion Air merupakan penerbangan milik swasta terbesar di Indonesia, dimiliki oleh Rusdi Kusnadi dan keluarga, dan mulai berdiri pada tahun 1999. Maskapai penerbangan ini mulai beroperasi pada 30 Juni 2000 dengna penerbangan rute pertawa yaitu dari Jakarta ke Pontianak dengan menggunakan pesawat Boeing 737-200. Mulai saat itu Lion Air mulai berkembang menjadi penerbangan yang tingkat perkembangannya pesat di Indonesia dan juga Asia, hingga pada tahun 2010, Lion Air akhirnya mulai membuka penerbangan dari Jakarta ke Jeddah dengan jadwal lima kali dalam seminggu. Lion Air sempat mendaftarkan diri untuk menjadi IATA, dengan tujuan menjadi maskapai penerbangan Indonesia kedua setelah Garuda Indonesia yang keamanan dan pelayannanya dapat diakui oleh badan penerbangan dunia. Namun sayangnya pada 2011, Lion Air gagal untuk menjadi anggota IATA disebabkan oleh keamanan penerbangan yang masih belum memenuhi standar IATA. Sampai Saat ini Lion Air masih dilarang untuk melakukan penerbangan ke Uni Eropa. Sebagai maskapai penerbangan terbesar di Indonesia, Lion Air telah menandatangani dua kontrak pemesanan pesawat yang memmbuatnya memegang rekor dengan perjanjian tertinggi dalam pembelian pesawat, yaitu 201 Boeing 737 MAX and 29 Boeing 737-900ER bernilai 22 milyar dolar amerika pada tahun 2011. Sedangkan pada tahun 2013, Lion Air kembali memesan pesawat, yaitu 787 Dreamliners, dan menjadikannya maskapai penerbangan pertama yang memesan pesaat jenis ini setelah Garuda Indonesia membatalkan niatnya.