Informasi Tentang Merpati Nusantara Airlines

Merpati Nusantara Airlines adalah maskapai yang sudah malang melintang di industri penerbangan tanah air. Maskapai yang juga akrab dengan sapaan Merpati Nusantara ini melayani rute penerbangan domestik, meski juga pernah beberapa kali membuka akses ke beberapa destinasi regional Asia Tenggara maupun Australia. Kementerian Perhubungan sempat memberi predikat kategori 1 untuk maskapai ini yang berarti memiliki kinerja penerbangan yang sangat baik. Di awal pengoperasiannya, merpati menggunakan pesawat terbang jenis de Havilland Otter/DHC sebanyak empat unit serta dua unit lainnya berjenis Dakota DC-3. Kedua jenis pesawat tersebut berasal dari hibah TNI AU RI. Kini armada Merpati dilengkapi dengan pesawat terbang jenis Boeing 737.

Sejarah Merpati Nusantara Airlines

Sebagai salah satu maskapai terbesar di Indonesia, Merpati lahir untuk meramaikan industri penerbangan tanah air yang awalnya hanya diisi oleh Garuda Indonesia. Oleh karena itu pada 1962, Pemerintah Indonesia mendirikan Merpati Indonesia, yang dimaksudkan untuk fokus melayani penerbangan sebatas regional saja. Pada saat itu, Angkatan udara RI yang mengembangkan konsep maskapai ini pasca usai kemerdekaan. Merpati sempat berada di bawah naungan Garuda Indonesia pada 1978 silam, namun akhirnya beroperasi secara mandiri lagi. Merpati juga secara resmi menjadi badan usaha milik negara sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.19 tahun 1962. Merpati memiliki misi untuk menjadi jembatan udara nasional, di mana membantu akses dan mobilisasi antar pulau atau destinasi di seluruh Indonesia serta ikut membangun perekonomian nasional di bidang penerbangan. Merpati yang awalnya hanya memiliki modal Rp 10 juta serta enam unit pesawat terbang memulai operasinya dengan melayani rute di destinasi-destinasi terpencil di Kalimantan. Sejak didirikan pada September 1962 hingga kini, Merpati masih saja mengalami gejolak dan pasang surut. Tidak hanya Kalimantan, Merpati pun mulai memperluas rutenya secara perlahan kala itu, seperti rute Jakarta-Balikpapan, atau Jakarta-Tanjung Karang dan Jakarta-Semarang. Dengan hibah pesawat terbang dari TNI AU pada tahun 1964 itu juga membuat Merpati melebarkan sayapnya hingga ke Papua, Nusa Tenggara, serta Sumatera. Meski awalnya mengemban misi pemerintah, namun akhirnya Merpati mengomersialisasikan penerbangannya sejak 1966.