Wisata Indonesia

Baliem Valley, Jayapura

Baliem bukan sekadar lembah. Tempat ini menjadi istimwa, di samping pesona alamnya yang spekatkuler, juga keberadaan suku Dani yang menghuni di sekitar kawasan Baliem ini. Lembah Baliem berada di sekitar pegunungan Jayawijaya, tepatnya 160 meter dari permukaan laut. Atau 27 km dari Wamena, yakni tepat di Desa Wosilimo. Pemandangan di sekitar lembah ini didominasi oleh pegunungan dan perbukitan. Atmosfernya cukup dingin, di mana suhu udara bisa mencapai sekitar 10-15 derajat celcius. Tak heran jika Lembah Baliem menjadi tujuan wisata di Papua, bagi mereka yang ingin mendapatkan pengalaman wisata alam liar dan sekaligus mempelajari kebudayaan setempat.

Kebudayaan pedalaman Suku Dani benar-benar memberi sentuhan eksotisme tersendiri pada kawasan ini. Ini yang membuat magnet unik pada Lembah Baliem. Selain Suku Dani, lembah ini juga dihuni oleh berberapa penduduk Suku Yali dan Lani. Meski begitu, mereka semua tetap hidup rukun berdampingan. Anda akan melihat bagaimana nuansa etnik dan segala suatu yang khas dari suku tersebut melebur dalam keindahan alam Baliem. Merunut dari sejarahnya, Baliem diketahui pertama kali ditemukan oleh Richard Archbold, seorang zoology pada tahun 1938. Dalam ekspedisinya tersebut, ia akhirnya menemukan sebuah lanskap indah yang dijuluki “grand valley”.

Oleh pemerintah Indonesia, Lembah Baliem secara gencar dipromosikan sebagai sebuah destinasi wisata di Papua. Bahkan sebuah festival bernama Festival Lembah Baliem digelar demi menarik banyak wisatawan. Festival ini merupakan salah satu festival budaya terbesar di Papua, di mana awalnya merupakan sebuah gelaran adu kekuatan antar suku Dani, Lani dan Suku Yali. Awalnya festival ini ditujukan sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Festival ini memang sudah berlangsung dari turun temurun.

Festival Lembah Baliem diselenggarakan selama tiga hari setiap bulan Agustus demi merayakan kemerdekaan RI. Seluruh penampilan yang menggambarkan peperangan antar suku ini sesungguhnya hanyalah sebuah skenario. Uniknya atraksi tersbeut tidak menjadikan sebuah isu permusuhan sebagai tema utama, namun justru ada pesan positif tersirat dari pagelaran mereka yakni Yogotak Hubuluk Motog Hanoro yang bermakna harapan akan hari esok yang harus lebih baik dari hari ini. Bagaimana? Ingin merasakan liburan dengan sensasi budaya dan alam? Baliem adalah jawabannya.